Pita Merah Kami Ubah Stigma Buruk ODHA Melalui Photo Story Contest

http://www.unpad.ac.id/archives/37828

Pita Merah Kami Ubah Stigma Buruk ODHA Melalui Photo Story Contest

Laporan Oleh : Lydia Okva Anjelia

[Unpad.ac.id, 12/12] Epidemi AIDS di Indonesia dipandang sebagai sebuah fenomena gunung es yang berbahaya. Stigma terhadap penderita HIV AIDS pun sangat tinggi, dimana masih terjadi stigma buruk sekaligus perlakuan diskriminasi terhadap mereka yang terinfeksi HIV. Atas fenomena tersebut, kemudian berbagai cara dilakukan orang dari berbagai tempat, kelompok, dan kalangan untuk membantu mengurangi perlakukan diskriminasi tersebut, salah satunya kegiatan Photo Story Contest dengan tema “Stop Diskriminasi Odha” yang dilakukan mahasiswa Ekstensi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad.

Juri Photo Story Contest, Dudi Sugandi (kanan) menyerahkan sertifikat dan hadiah kepada Ajie Wikana (tengah) sebagai salah satu pemenang lomba. (Foto: Lydia O. Anjelia)

“Dalam kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat dan fotografer pada khususnya untuk mau sedikit peduli dan merubah stigma atau persepsi yang salah terhadap penderita HIV-AIDS atau ODHA. Maka kita menyuarakan hal tersebut lewat medium Foto,” tutur Tezar Irvandhi, Ketua Penyelenggara acara tersebut ketika ditemui disela-sela acara Bedah Foto dan pengumuman pemenangPhoto Story Contest “Stop Diskriminasi ODHA” di Cafe Prefere’72 Jln. Ir. H. Djuanda No.72 Bandung, Sabtu (11/12) kemarin.

Kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa Humas kelas A (Ekstensi) Fikom Unpad ini dikenal dengan nama Pita Merah Kami. Tezar mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi dari mata kuliah Event Organizer, Program Studi Humas Fikom Unpad. Objek foto cerita, tambahnya merefleksikan kehidupan ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) berupa realitas atau fiksi menurut angle atau pandangan kreatifitas fotografer.

“Pendaftaran lomba foto sendiri telah dilakukan sejak 8 November 2010. Dari seluruh peserta dan foto yang masuk, hari ini dipilih 3 terbaik yang akan mendapatkan hadiah total sebesar Rp.2.500.000,-,” lengkap Tezar.

Dari 11 peserta, terpilih tiga terbaik yaitu karya foto dari Ajie Wikana, Muhammad Fadlan, dan Miko Maselda. Bertindak sebagai juri, jurnalis dan Redaktur Foto H.U Pikiran Rakyat Dudi Sugandi, Fotografer dan penggiat foto Galih Sedayu, dan aktifis LSM Sekar Wulansari.

“Lomba photo story ini menurut saya sangat positif. Dari tema yang ditampilkan sangat menarik dan mempunyai sisi edukasi yang cukup tinggi,” tutur Redaktur Pikiran Rakyat, Dudi Sugandi ditemui seusai acara.

Pengambilan tema menurutnya sangat cerdas karena mengambil tema Stop Diskrimasi. Selain temanya yang cukup sulit, foto yang dilombakan pun photo story. Peserta tidak hanya dituntut untuk membuat satu gambar, tapi banyak gambar yang masing-masing mempunyai pesan.

“Jika digabungkan, foto-foto tersebut kemudian terbentuk satu benang merah yang bercerita dan dapat menyampaikan pesan secara utuh kepada siapa saja yang melihatnya,” tambah Dudi.

Ketika ditanya foto-foto yang telah masuk dalam lomba ini, Dudi mengatakan hasil foto yang dilahirkan para peserta menurutnya masih kurang maksimal. “Dari gambar yang masuk, kebanyakan menampilkan foto-foto di sisi kelam. Justru yang sebaiknya ditampilkan adalah sisi terangnya. Sesuatu yang lebih berwarna,” tambah Dudi.

Menurutnya, di kalangan fotografi membuat suatu photo story memang bukan sesuatu yang gampang. Untuk membuat photo story yang baik kiatnya hanya pada masalah waktu, kebiasaan, dan banyak belajar.

“Disini lah peran tambahan dari fotografi. Seni menjepret adalah seni berkomunikasi. Kita bukan hanya tukang motret. Tapi apa pesan yang disampaikan dalam foto kita tersebut,” tutup Dudi.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pemenang Ajie Wikana mengatakan merasa senang fotonya dapat menjadi salah satu terbaik pilihan juri. Awalnya ia tidak menyangka dapat menang. Menurutnya foto dengan tema “Stop Diskriminasi Odha” sangat sulit. “Tema foto ini bagi saya cukup sulit. Tapi alhamdulilah ternyata karya saya terpilih jadi yang terbaik,” tutur Ajie yang juga mahasiswa Fakultas Pertanian Unpad ini.

Bagi mahasiswa angkatan 2009 ini, photo story merupakan jenis fotografi yang penuh dengan tantangan. Ia mengatakan perlu banyak belajar untuk dapat menghasilkan photo story yang baik.“Ini menjadi tantangan saya yang menyenangi dunia fotografi. Saya harus banyak belajar, dan diharapkan kontes foto seperti ini dapat rutin dilakukan agar kemampuan dalam menghasilkan photo story jadi lebih baik lagi,” tutup Ajie. (mar)*

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: