Artikel Lepas: KAMERA LUBANG TUSUK SATE! Gelar Kriya Kulit Jawa Barat 2010

Penjelejahan komunitas ini, akhirnya terdampar pula persis di ruang halaman depan gedung pemerintahan propinsi, apalagi kalau bukan bangunan yang dikenal masyarakat awam Hebe, terkenal dengan tusuk sate (konon berjumlah 6 tusuk sate, sesuai dengan nilai mata uang kolonial saat pembangunan) atau Gedung Pemerintahan Propinsi Jawa Barat alias Gedung Sate. Dalam satu rangkaian event yang digelar oleh Arena Kultural Universal/AKU bersama Dinas Koperasi Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Jabar, tanggal 7-8 Agustus 2010.

Penyelenggara event oleh AKU ini tidak seperti organiser lainya, nilai keunikannya adalah selalu menyertakan beberapa komunitas didalamnya. Adalaha warisan almarhum Wawan Juanda, penggagas kerukunan antar komunitas kreatif di Bandung. Kreatifitas komunitas di Bandung, sering kali mendapatkan ruang apresiasi disegala event yang diselenggarannya. Termasuk komunitas lubang jarum Bandung. Tergabung dalam Pinhole Bandung, yang didalamnya adalah kamerapinjaman.com/Kampi dan Komunitas lubang jarum indonesia-Bandung. Ruang apresiasi ini, tentu saja disambut baik oleh komunitas ini. Entah kenapa, tawaran yang “biasa-biasa” saja, modal kertas/karton duplek, plakban hitam, lempengan almunium dan ketas foto ini selalu memikat pengunjung.

Seorang bapak tua, membawa anaknya, turut pula larut. Anehnya, tanpa mendapatkan penjelasan, ternyata si bapak itu sendiri bisa menyimpulkan bahwa kegiatan lubang jarum adalah kegiatan kreatifitas. Dengan antusias ia mengikuti kegiatan ini; merakit, memotret dan memroses di kamar gelap yang telah disediakan oleh komunitas, kamar gelap portable. Memang lucu, melihat semangat si bapa ini, tadinya ia mendaftarkan anaknya untuk belajar lubang jarum, ternyata ia sendirilah yang antusias. Berbeda dengan partisipan yang berlatar dari komunitas Bikers Brotherhood, penyuka motor tua, yang begitu antusias, hingga melemparkan ribuan pertanyaan, sebelum sempat dijawab oleh relawan komunitas. Begitu antusias, hingga mengikuti workshop sampai tuntas. Begitupula teman-teman yang tergabung dalam komunitas memotret model, yang lambat laut “dijerumuskan” masuk dalam perangkat pikat lubang jarum. Pada kesempatan kali ini, partisipan mempunyai kesempatan seluas-luasnya memoret eksterior gedung Sate bagian depan sepuasnya. Tentu saja, peristiwa langka ini hanya terjadi pada workshop kali ini saja, karena venue kegiatan, tepat di halaman utama depan gedung.

Suguhan bentuk kamera rakitan seperti ini, tentu saja menjadi kebagaan partisipan. Malahan ada beberapa partisipan yang begitu terkesima, bisa merakit kamera sendiri. Pasti mereka mempunyai alasan, bahwa fotografi itu sangat murah (seharusnya). Partisipan datang mendaftarkan diri datang bergelombang, sepanjang waktu dari pukul 09.00 wib. Hingga 17.00wib. mereka bisa datang kapan saja, sesuai dengan waktu dan kesempatan mereka Infak sebagai ganti kertas dan larutan kimia adalah sepuluh ribu rupiah, kameran buatan sendiri boleh dibawa pulang, beserta karyanya. Tugas pertama adalah merakit kamera disain Rofii. Ramdan, Dede, Deni, Willi dan Gungun, bertugas menggiring partisipan untuk bisa mengerti prinsip dasar kamera lubang jarum. Tentu saja mereka harus merakit kamera sendiri, yang terbuat dari material karton duplek dengan ketebalan 3mili. Berikutnya adalah loading film, dengan menggunakna changing bag dan dilajutkan dengan memotret dan proses di kamar gelap.

Kegiatan workshop dasar ini, seperti biasa, selalu digawangi teman-teman yang tergabung dalam Pinhole Bandung; KLJI Bandung dan Kampi. Instruktur yang tiada lelah yang selalu hadir diantaranya Willi, Ramdan, Gungun, Dedegondring, Rofii, Lala, Ario, Deni, Ami (itunya Willi) dan Aganjoker (Unla). Hadir pula Vivi dan Egi, yang turut menyemangati acara workshop kali ini. Mereka berdua turut bergabung sebagai relawan dikomunitas ini. Seperti janji yang tidak tertulis, bahwa dalam setiap penyelenggaraan workshop, selalu ingin ada yang berbeda, yaitu bentuk disain kamera yang lain pada setiap pelaksanaan workshop. Pada kesempatan kali ini, Rofii menyumbangkan ide, bentuk kamera model vertikal. Posisi kertas yang melengkung, persis seperti pada bentuk silinder. Efek yang ditampilkan pasti berbeda dengan bentuk yang pernah digarap pada workshop sebelumnya, layaknya lensa super wide. Ini adalah bagian dari komitmen bersama, mengagas sesuatu yang baru. Semacam bentuk “memacu” kreatifitas didalam komunitas itu sendiri. Selain itu, agar tidak bosan, seperti yang selalu dilakukan pada tahun-tahun lalu; kaleng lagi, kaleng lagi.

Nilai apresiasi yang menggairahkan adalah terletak pada imajinatif, kreatif dan pengetahuan teknis prinsip dasar perekaman gambar. Fakta menyatakan bahwa lubang jarum ini telah ada jauh sebelum fotografi itu lahir. Bukan berarti benda ini benda tua, tetapi komunitas ini menawarkan keragaman alternatif, merangkai olah rasa imajinatif dan mementingkan proses dibandingkan hasil. Bagi kamera lubang jarum, hasil akhir tidak penting lagi. Begitulah, tawaran yang diberikan pada partisipan, yang berjumlah 36 orang, yang datang pada waktu yang berbeda, selama dua hari, terhitung dari tanggal 7 dan 8 Agustus 2010. Rata-rata latar partisipan yang hadir adalah dari kampus dan pelajar. Hampir semua adalah pemotret aktif, yang memiliki kamera jenis digital. Bagi saya, ini adalah tanda-tanda fotografi digital telah kehilangan gairahnya, bahasa teknis kamera sudah bisa diduga dibandingkan lubang jarum. Lubang jarum tidak menyediakan viewfinder, jadi segala sesuatunya kembali pada “kira-kira” itulah olah rasa sebenarnya. Kalau boleh saya simpulkan bahwa fotografi digital kini telah kehilangan tantangannya. (denisugandi@gmail.com)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: